Rumah Sakit Elisabeth

Penyakit kuning adalah keadaan kulit dan terdapat bagian putih mata menjadi kuning karena tingginya bilirubin. Bilirubin terbentuk dari adanya pemecahan pada sel darah merah. Dalam kondisi yang parah, warna putih mata dapat berubah menjadi coklat atau orange. Untuk itu perlu diketahui beberapa cara mengobati penyebab penyakit kuning secara alami dan pastikan juga mengetahui tanda-tanda munculnya penyakit dengan daftar online RS Elisabeth terlebih dahulu.

Berikut adalah cara mengobati penyakit kuning secara alami diantaranya:

Daun pepaya, merebus daun pepaya dan tambahkan dengan sedikit madu untuk menghilangkan rasa pahit dan minum secara teratur.
Pepaya mentah, campur buah pepaya mentah dan daun pepaya kemudian dihaluskan dengan blender sampai lembut dan tambahkan dengan madu dan sedikit air lalu minum sekali sehari hingga penyakit sembuh.
Manggis, memiliki kandungan xanthone merupakan salah satu jenis antioksidan dalam buah manggis untuk menangkal radikal bebas untuk menyembuhkan penyakit kuning dalam waktu cepat.
Ikan, mengandung asam lemak omega 3 untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit kuning dan hindari penggorengan atau memanggang ikan dan lebih baik ikan di kukus dan rebus.
Kacang almond, dengan merendam kacang almond dalam air selama satu malam dan haluskan almond lalu konsumsi secara teratur.
Yoghurt, untuk menjaga kesehatan gastrointestinal dan bisa melindungi sistem kekebalan tubuh dengan cara menyeimbangkan bakteri dalam usus dan kadar bilirubin akan menurun.

Selain itu, kunyit dengan kandungan antioksidan dan juga mineral untuk menjaga metabolisme tubuh dan sangat baik menyembuhkan penyakit kuning. Oregano merupakan bumbu masak Italy memiliki anti oksidan tinggi untuk meningkatkan kinerja hati. Ada juga, chamomile menjadi obat alami dengan mencampurkan 3 sendok bunga kering dengan 1 cangkir air panas dan saring lalu tambahkan lemon dan madu.

Berikut adalah ciri-ciri penyakit kuning diantaranya:

Warna urin berubah menjadi kuning, urin berwarna menjadi kuning gelap sebagai indikasi dari dehidrasi dan menurunnya asupan air ke dalam tubuh berdampak pada konsentrasi urin.
Kulit dan mata berubah menjadi kuning, periksa juga bagian gusi, telapak kaki dan telapak tangan apakah ikut menguning dan cobalah menekan lembut bagian kening atau hidung jika kulit sehat akan cerah dan penyakit kuning akan semakin agak menguning.
Terasa nyeri pada perut, di bagian kanan perut di bawah tulang rusak, rasa sakitnya akan menyebar ke punggung bagian atas dan bisa dipastikan terjadi kerusakan hati atau batu empedu.
Nafsu makan menurun atau hilang, disertai dengan muntah terus menerus dan urin yang semakin kuning.
Menderita gatal-gatal, terjadi karena penyumbatan pada saluran empedu karena gagal dalam memberikan metabolisme bilirubin sehingga gatal pada bagian seluruh tubuh.
Kondisi tubuh semakin lemah, keadaan tubuh melemah terjadi lebih dari dua minggu disertai dengan gejala lanjutan.

Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya penyakit kuning adalah bayi yang lahir sebelum memasuki 38 minggu dan tidak dapat memproses bilirubin seperti bayi berumur satu bulan. Hal ini akan membuat bayi juga mengalami masalah BAB dan membuat bilirubin sedikit dikeluarkan melalui feses. Jika bayi mengalami memar karena melahirkan maka terdapat pemecahan pada sel darah merah yang cukup banyak.

Selain itu, faktor yang meningkatkan penyakit kuning adalah golongan darah yang berbeda dengan ibu, karena bayi akan menerima sistem kekebalan tubuh dari plasenta penyebab sel darah pecah. Untuk penyakit kuning orang dewasa pengobatan melalui terapi. Untuk bayi dilakukan fototerapi untuk menurunkan kadar bilirubin dengan daftar online RS Elisabeth.